Jawa Tengah, INAMEDIA.id – Suka cita hari Natal tidak hanya dirasakan oleh umat kristiani saja. Keseruan natal juga ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Keharmonisan umat beragama ini tercermin dari video yang viral di platform TikTok. Dari video yang ada terlihat umat Muslim dan Budha di dusun ini ramai-ramai antri di sebuah gereja untuk mengucapkan selamat hari Natal bagi umat Nasrani di dusun tersebut.
Berbagai komentar positif menghiasi video berdurasi 24 detik ini. Seperti komentar dsri akun @Chovan “terima kasih warga Thekelan kalian memang terbaik dan luar biasa.. respect,” tulisnya.
Komentar positif juga dilayangkan dari @Romeo11 dalam komentaranya ia menyatakan siampatik nya untuk warga masyarakat dusun Thekelan yang lebih menghargai perbedaan tanpa melihat perbedaan itu sendiri.
“Ternyata masyarakat desa lebih cerdas dan berfikiran modern dibandingkan masyarakat di kota-kota besar dan sekitarnya,” tulis Akun Romeo11.
Baca juga: Mengenal “Brain Rot” dan Pencegahannya
Ternyata budaya toleransi yang ditunjukkan warga dusun Thekelan ini sudah berlangsung turun temurun, 720 warga dari berbagai latar belakang agama turut menyalami para jemaat yang saat ini merayakan Natal. Warga menangis haru saat bersalaman dan saling bermaaf-maafan.
Kapala Dusun Thekelan Agus Supriyo mengatakan mengungkapkan, tradisi ini sudah turun temurun bagi masyarakat di lereng Gunung Merbabu, untuk menjunjung tinggi keharmonisan antar umat beragama.
“Ini sudah lama, sebenarnya (tradisi) ini sudah zaman nenek moyang kami. Tapi perayaan salaman itu dimulai dari tahun 2010-an,” kata Agus.
Baca juga: Semangat Natal Mampu Menghentikan Peperangan, Ini Sejarahnya
Agus juga menjelaskan bahwa tradisi saling mengucapkan selamat dan bermaafan ini sudah menjadi kearifan lokal warga pada setiap perayaan hari besar keagamaan, termasuk Idul Fitri dan Waisak.
“Tidak hanya di perayaan Idul Fitri, tapi juga di perayaan Hari Natal maupun perayaan Hari Waisak,” ucap Agus.
Salah satu warga yang merayakan Natal mengungkapkan rasa haru dan senang atas toleransi yang datang dari warga lingkungan sekitar.
“Umat Kristen senang mendapatkan ucapan dari teman-teman dari agama lain,” ungkap warga yang merayakan Natal.

















