Pangkalpinang (Babel), INAMEDIA.id – Pilkada Serentak yang dilaksanakan pada tanggal 27 November kemarin membuat euforia para kandidat yang memenangkan kontestasi tersebut.
Namun dari perhelatan pilkada serentak tahun ini fenomena kotak kosong masih mewarnai kontestasi pilkada, sebut saja di Kabupaten Sukoharjo dan kota Pangkalpinang di Provinsi Babel (Bangka Belitung).
Bedanya bila di Kabupaten Sukoharjo Pasangan calon (paslon) Petahana Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo, Etik Suryani-Eko Sapto Purnomo, mampu mengungguli kotak kosong.
Etik-Sapto meraih 66,8 persen suara dan kotak kosong mendapat 33,2 persen suara. Data itu disebut dari 100 persen suara yang masuk ke 1.305 TPS di Sukoharjo.
Berbeda dengan Kabupaten Sukoharjo yang mampu unggul dengan kotak kosong, di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung malah sebaliknya. Dari 311 TPS yang ada kotak kosong menang telah di 307 TPS.
Baca juga: 2 Kapanewon di Utara Gunungkidul Mulai Perhitungan Manual
Pertarungan Pilkada di Pangkalpinang antara kotak kosong dengan nomor urut 1 unggul sementara dari paslon petahana nomor 2, Maulan Aklil alias Molen dan Masagus M Hakim. Maulan-Masagus diusung partai PDI Perjuangan.
Humas Rumah Aspirasi Kotak Kosong Pangkalpinang Sukma Wijaya mengklaim kotak kosong menang telak hampir di semua tempat pemungutan suara (TPS). Diketahui, jumlah TPS di Pilkada Pangkalpinang ada 311 TPS. Lima TPS di antaranya berada di penjara dan rumah sakit.
“Pantauan kami (relawan kotak kosong), 90 persen lebih kita menang di semua TPS, dari 307 TPS. Kalau paslon tunggal menangnya hanya di beberapa titik saja, itu pun menangnya tipis,” tegasnya seperti di kutip dari detikSumbagsel. Kamis, (28/11/2024).
Baca juga: Program Makan Bergizi Sehat di Gunungkidul, Ini Penjelasan Dandim 0730/Gunungkidul
Relawan menyebut kemenangan tersebut dimaknai sebagai bentuk perlawanan terhadap politikus dan partai politik. Tim relawan kotak kosong Pangkalpinang memaknai kemenangan ini sebagai bentuk perlawanan masyarakat Pangkalpinang. Perlawanan yang dimaksud adalah atas kesewenang-wenangan partai politik dan politikus.
“Kemenangan ini kami maknai bahwa kedaulatan rakyat itu di atas oligarki, arogansi partai. Jadi selama ini mereka kan sudah menzalimi demokrasi di Pangkalpinang. Jadi kita bersatu padu melawan keserakahan itu. Semasa kampanye paslon tunggal ini sering menyinggung harkat martabat warga kota Pangkalpinang,” tambahnya.
Para barisan relawan kotak kosong kemudian melakukan deklarasi kemenangan. Mereka melakukan sujud syukur dan potong botak berjamaah.
“Kami sudah melakukan deklarasi Kemenangan sebagai tanda syukur atas hasil yang diperoleh di Pilkada ini. Jadi semalam inisiatif langsung, menggelar sujud bersama bahwa kami kotak kosong atau kolom kosong menang di Pilkada Kota Pangkalpinang,” kata Sukma.



















