Gunungkidul, INAMEDIA.id – Proyek yang bersumber dari PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DINAS PENDIDIKAN
Alamat Jl. Pemuda No. 32 Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul 55801 telp 0274-391191
NOMOR SPK : 117/SPMK/PLY.2/2/02/14/2022
TANGGAL PEKERJAAN : 14 JULI 2022
PEKERJAAN : REHABILITASI RUANG KELAS, REHAB LAB. IPA, REHAB TOILET DAN PEMBANGUNAN TOILET
LOKASI : KABUPATEN GUNUNGKIDUL
HARGA KONTRAK : Rp. 869.679.999,.
SUMBER DANA : DAK 2022 SMP NEGERI 2 PLAYEN
PELAKSANAAN : 120 (SERATUS DUA PULUH) HARI KALENDER
PENYEDIA : CV. HIDAYAH PUTRA ABADI
KONSULTAN : PT. HIRA PERMATA KONSULTAN

Proyek Rehabilitasi ruang kelas, rehab laboratorium IPA, rehab toilet dan pembangunan toilet SMP Negeri 2 Playen Kabupaten Gunungkidul dalam pengerjaanya terkesan asal-asalan, terlihat dengan jelas kayu lapuk yang masih di gunakan. Ada juga yang ditambal sulam kayu lama masih kembali di pasang kembali.
Ketika awak media menyambangi SMP Negeri 2 Playen, Selasa (13/09/2022) ternyata pekerja di lapangan tidak terlihat satupun yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Ada beberapa Undang Undang yang mengatur tentang penggunaan atau pemberian APD kepada pekerja sebagai penunjang Keselamatan dan Kesehatan kerja, diantaranya adalah sebagai berikut.

Undang-undang No.1 tahun 1970
Pasal 3 ayat (1) butir f: Memberikan alat-alat perlindungan diri pada para pekerjaPasal 9 ayat (1) butir c: Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang APD bagi tenagal kerja yang bersangkutan Pasal 12 butir b: Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk memakai APD yang diwajibkan Pasal 14 butir c: Pengurus diwajibkan menyedikan secara cuma-cuma Alat Perlindungan Diri yang diwajibkan pada pekerja dan orang lain yang memasuki tempat kerja.

Permenakertrans No. Per: 01/Men/1981
Pasal 4 ayat (3) menyebutkan kewajiban pengurus menyediakan secara cuma-cuma Alat Perlindungan Diri yang diwajibkan penggunaanya oleh tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya untuk mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Fajar selaku pemborong saat di konfirmasi awak media, Rabu (14/09/2022) melalui pesan WhatsApp terkait kayu lapuk yang masih dipasang dan pekerja yang tidak memakai APD, serta kusen yang tidak terlihat ada angkurnya menyampaikan bahwa akan dicek kembali di lokasi proyek, jawabnya.



















