MarkPlus Islamic juga menghadirkan pembicara dari sektor UMKM, yaitu Senaz Nasansia selaku owner Si.Se.Sa. Merintis bisnisnya sejak 2013, Senaz hadir dengan slogan Dynamicity is our tactic”. Menargetkan konsumen berbusana syar’i dari upper class, Senaz menyampaikan “Niche market yang sempit dan rumit ini justru membuat kami tetap fokus”.
Approach yang dilakukan Si.Se.Sa untuk menyentuh upper class market mulai dari menghadiri beragam fashion show dan Expo.
Memiliki 17 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, Senaz selalu berupaya untuk dinamis mengikuti tren fesyen yang ada dengan taktik seperti desain, motif, penggunaan aksesoris premium seperti swarovski, dan bentuk logo yang unik.
Yang menarik, 81% konsumen di Indonesia condong memilih produk halal. Hal ini mendorong meningkatnya tren sertifikasi halal di Indonesia. Sementara untuk makanan halal, Indonesia terus mengalami kenaikan dari posisi keempat ke kedua pada Global Islamic Economy. Muslim-friendly travels dan media rekreasi terus meningkat, ditambah fakta bahwa kabarnya Indonesia memproduksi vaksin halal. Dari sektor modest fashion, Indonesia luarIndonesia.
Perhelatan Islamic Entrepreneurial Marketing Festival telah membuka mata para pemangku kebijakan bahwa masih banyak yang perlu dievaluasi, mengingat dari market share, Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga.
Kolaborasi dengan pemerintahaan, kementrian, regulator dan industri lainnya dapat mendukung entrepreneurship ini. Bagaimana pemerintah melakukan pelatihan dan pendampingan, memberdayakan UMKM dengan ekosistem halal.
Islamic Entrepreneurial Marketing Festival 2022 hadir dengan berbagai topik diskusi, seperti Islamic Entrepreneurial Marketing, Islamic Sociopreneurship, dan Islami Entrepreneurship. Pada sesi Islamic Entrepreneurial Marketing, hadir Bahrun Afriansyah selaku Vice President Marketing PT. Paragon Technology & Innovation dan Agus Amir selaku Head of Islamic Business Bank Muamalat.
“Kita tidak bisa take it for granted bahwa halal saja sudah cukup. Perlu strategi marketing yang optimal seperti syariah marketing yang dikembangkan oleh MarkPlus”, tutup Agus.
Mengusung tema Fastabiqul Khairat Marketing, Taufik berharap para stakeholders mampu mengakselerasi pengembangan ini dengan prinsip pemasaran yang solid dan unik. “Kita nantinya akan menggunakan prinsip PDB (Positioning, Differentiation, dan Branding) yang ada di MarkPlus agar Indonesia memiliki positioning yang solid di ekosistem halal dunia”, ujarnya.
1. Hermawan Kartajaya – Founder & Executive Chairman M Corp
2. Senaz Nasansia – Founder of Si.Se.Sa
3. Bimbo Band & Taufiq Ismail – Sastrawan
4. Afdhal Aliasar – Director of KNEKS
5. Dr. Ir. H.M. Nadratuzzaman Hosen – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional
6. Umi Waheeda – Pimpinan Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman
7. Purnomo B. Soetadi – Direktur Bisnis Ritel Bank Muamalat
8. Bahrun Afriansyah – Vice President Marketing PT Paragon Technology & Innovation (Wardah)



















