Breaking News
INAMEDIA | Menerima Naskah dan Video Anda | HP | WA : 085290551129 | eMail : redaksi@inamedia.id

MarkPlus Islamic Selenggarakan Islamic Entrepreneurial Marketing Festival 2022

PASARKAYU
inaTV

Fastabiqul Khairat Marketing Ramadan and Beyond

Jakarta INAMEDIA.id – 14 April 2022 Setelah Muharram Marketing Festival 2022 diadakan pada 2021 silam, MarkPlus Islamic kembali menggelar Islamic Entrepreneurial Marketing Festival pada 14 April 2022 secara virtual. Acara ini diselengarakan MarkPlus Islamic terkait dengan Visi Indonesia untuk duduk di peringkat satu Global Islamic Economy Indicator, sebuah visi yang berpijak pada fakta bahwa Indonesia adalah pasar muslim terbesar di dunia.

Visi perbaikan peringkat Indonesia di Global Islamic Economy Indicator bukan hal yang udah diwujudkan, karena ukuran perbankan syariah Indonesia saat ini masih lebih kecil dibandingkan di negara-negara yang peringkatnya diatas Indonesia. Berdasarkan pengalaman membantu pengembangan Grand Strategy Pengembangan Perbankan Syariah untuk Bank Indonesia di tahun 2008, MarkPlus melihat perlunya repositioning Indonesia Islamic Economy dengan menggunakan konsep Fastabiqul Khairat Marketing atau Pemasaran untuk Berlomba-lomba berbuat Kebajikan. Dengan menggunakan momentum bulan Ramadan, MarkPlus menyelenggarakan IEMF 2022 dengan tema Fastabiqul Khairat Marketing: Ramadan and Beyond.

VENEERKAYU

“Kalau upaya perbaikan peringkat Global Islamic Economy akan terkendala ukuran aset perbankan syariah, mengapa tidak mencari pendekatan lain, seperti yang dulu kami lakukan saat  membantu  Bank Indonesia di tahun 2008, dimana daripada bicara pangsa pasar perbankan syariah lebih baik bicara pertumbuhan perbankan syariah yang bukan hanya double digit dan bahkan bisa triple digit. Karena itu kami ingin ada upaya repositioning Indonesia Islamic Economy, misalnya sebagai penghasil produk halal berkualitas tinggi.”, buka Taufik selaku CEO MarkPlus Islamic.

Proses repositioning berbijak pada definisi Islamic Economy versi penerbit Global Islamic Economy Indicator sebagai perekonomian berbasis nilai etis Islami. Sebagai sebuah bisnis berbasis nilai, tentu akan mudah menghimpun dukungan perwujudannya. Termasuk dengan menggunakan konsep Fastabiqul Khairat Marketing atau Pemasaran untuk Berlomba-lomba Kebajikan. Melalui kolaborasi dengan konsep Fastabiqul Khairat Marketing, maka Indonesia Islamic Economy bisa diarahkan ke tingkat kualitas yang lebih tinggi.

Prosesnya tidak mudah. Mesti dimulai menggunakan pendekatan fathonah atau kecerdasan dan kebijaksanaan oleh orang yang amanah atau dapat dipercaya dan siddiq atau jujur dan bisa tabligh yang menjangkau sebanyak mungkin orang. Lirik lagu Aisyah Adinda Kita adalah contoh terbaik proses penerapan Fastabiqul Khairat Marketing dengan pendekatan fathonah, amanah, siddiq dan tabligh (FAST) dalam kampanye mengajak menggunakan hijab. Dalam lirik lagu tersebut muncul ajakan mengikuti jejak Aisyah, seorang calon insinyur yang merupakan bintang di kampus dengan indeks prestasi tiga tahun lamanya yang berhijab dan akan terus berhijab bersama jutaan Aisyah lainnya.

berhijab dahulu belum seperti sekarang. Ini bagus, kampanye dari beberapa pihak menjadi kunci perkembangan halal lifestyle,” kata Nurhayati Subakat, Founder PT Paragon Technology  and nnovation.     Sebagai bentuk pengakuan akan kontribusi lagu tersebut diserahkan sertifikat penghargaan kepada pencipta lirik dan lagu Aisyah Adinda Kita, Taufiq Ismail dan Sam Bimbo.

Penerapan   Fastabiqul   Khairat   Marketing   tentu   juga   mencakup   penerapan  konsep penerapan konsep marketing yang baik dan benar juga. Misalnya mempunyai positioning yang  clear,  diferensiasi  yang  solid,  sehingga  bisa  menjadi  brand  yang  solid.  Itulah sebabnya, pada saat ini telah muncul pemain-pemain yang bisa menjadi benchmark di Indonesia Islamic Economy, baik di bisnis seperti Wardah, SiSeSa, BSI, Bank Muamalat, atau sosial seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat dan Aksi Cepat Tanggap. Dengan visi terus  menciptakan  berbagai  kebajikan  baru  sebagai  solusi  masalah  yang  dihadapi Indonesia, para pemain terkemuka tersebut bisa berkolaborasi menciptakan produk dan layanan baru yang nantinya akan membantu penciptaan persepsi kualitas tinggi Indonesia Islamic Economy.

Sayangnya pengembangan ekosistem bisnis islami tak luput dari kendala, terutama bagi UMKM.   Padahal   peran   UMKM  bagi  pertumbuhan  perekonomian  Indonesia  sangat signifikan, menyumbang lebih dari 90% nilai PDB. Direktur Retail Banking BSI mengungkap “Kelemahan UMKM adalah akses pasar. Ini yang terus kita lakukan penguatan. Baik melalui pelatihan go digital maupun pengembangan lain seperti melibatkan UMKM di Expo, serta akses pembiayaan”, ujarnya.

Selain akses pasar, Afdhal Aliasar selaku Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah  mengungkap kendala ekosistem bisnis islami lainnya “Infrastruktur, halal value chain, dan yang paling dasar sekali adalah harus meningkatkan awareness dari masyarakat Indonesia, pemerintah, dan pemangku kepentingan di Indonesia”.

Lebih lanjut dalam keterangannya Afdhal mengungkap berbagai solusi yang bisa diterapkan pemangku kebijakan Indonesia, “Master plan itu penting untuk mengembangkan Islamic Economy di Indonesia. Kita ingin melihat pengembangan dengan ekonomi syariah dengan strategis.”

Domain Premium

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *