Keyakinan adalah elemen sangat penting dalam pribadi manusia.Seperangkat keyakinanlah yang menuntun dan bahkan menjadikan seperti apaAnda akan dikenali oleh lingkungan Anda. Semua pribadi bergerak dipanduoleh keyakinan-keyakinan yang ada dalam hatinya. Betapa dahsyatnya perankeyakinan hingga banyak pribadi bersedia mengorbankan nyawanya untuksebuah keyakinan yang dipegangnya. Dalam sejarah kelam Amerika Serikat,ratusan nyawa melayang pada ritual bunuh diri massal hanya karenapemimpin sektenya berhasil meyakinkan mereka bahwa hari kiamat akansegera tiba! Sebagai pembuka, mungkin pertanyaan-pertanyaan ini membantuAnda menemukan keyakinan-keyakinan Anda yang belum tersentuh. ApakahAnda benar-benar percaya bahwa Tuhan itu ada? Apakah Anda benar-benaryakin bahwa Tuhan itu menjamin rezeki Anda dan keluarga? Apakah Andabenar-benar yakin bahwa esok hari Anda masih hidup? Apakah Anda yakinbahwa tidak ada hari esok yang lebih baik?
Apa yang benar-benar Anda perjuangkan?
What are you fighting for! Bila Anda harus menukar nyawa Anda dengannyadan ternyata Anda rela, itulah sesuatu yang sedang Anda perjuangkan!Nah, dalam dunia saat ini yang setiap kemenangan diperoleh melaluikompetisi, maka daya dorong sesungguhnya ada dalam seberapa keras Andamemperjuangkannya. Banyak keinginan yang akan menjadi sesuatu yang Andaperjuangkan. Tapi jika Anda cermat meneliti, sangat sedikit keinginanyang benar-benar pantas untuk Anda perjuangkan. Hanya keinginan yangmemiliki value tinggi, besar, mulia, dan berdampak jangka sangatpanjanglah yang pantas diperjuangkan. Bukan tidak mungkin jikaperjuangan itu, untuk sesuatu di luar diri Anda! Misalnya, Anda berjuanguntuk kebahagiaan atau kebaikan orang lain. Pribadi-pribadi yangberkarakter kuat selalu memiliki perjuangan yang besar dan mulia!
Kompetensi apa yang benar-benar sedang Anda bangun?
Kita semua telah dan sedang membangun kompetensi kita, disadari atautidak, direncanakan atau tidak. Banyak sekali pribadi yang tidak sadarbahwa dirinya sedang membangun kompetensi yang merusak dirinya.Misalnya, seseorang yang membiasakan diri menunda, sesungguhnya sedangmembangun kompetensi penunda. Seseorang yang membiasakan dirinya malas,sesungguhnya dia sedang membangun kompetensi pemalas. Seseorang yangkorupsi, sesungguhnya dia sedang membangun kompetensi koruptor dalamdirinya dan nanti akan merasa bangga melakukannya (hanya ada diIndonesia, tersangka koruptor melambai-lambaikan tangannya di depankamera). Mohon diingat, kompetensi dibangun melalui proses belajar,bergaul, dan pengalaman yang panjang.
Siapakah pemimpin yang Anda pilih?
Banyak bawahan merasa ditakdirkan memiliki atasan. Itu sangat benar.Tapi atasan Anda berbeda dengan pemimpin Anda. Atasan hanyalah orangyang menduduki jabatan struktural di atas Anda. Dia tidak berwenangsedikitpun untuk mendikte Anda, jika Anda tidak mengizinkannya. Orangyang akan menuntun Anda, menjadi inpirator Anda, menjadi mentor Anda,menjadi motivator Anda, atau orang yang akan menjadi pemimpin Andaharuslah orang yang sudah Anda seleksi. Anda lah yang memilih pemimpinAnda! Untuk itu, pastikan Anda melakukan seleksi bahkan kalaumemungkinkan melakukan audisi dahulu sebelum memilihnya. Anda tidak bisamenjadi pemberani jika pemimpin yang Anda pilih bersifat penakut danperagu. Mungkinkah bangsa ini akan memiliki kebanggaan berbangsa danberkarakter pemberani jika pemimpinnya peragu, safety player, atau tidaktegas? Entahlah. Pencitraan diri yang tegas dan pemberani hanya efektifjika dibuktikan dalam tindakan, bukan oleh pidato pembelaan diri tentunya.
Ada sebuah topik lain yang sangat penting bagi seorang pemilik ataupengelola usaha dari Pak Happy pada seminar tersebut terkait kinerjasebuah perusahaan yakni 7 Danger Signals. Jika berkesempatan, akan sayashare pula untuk Anda di masa yang akan datang.
By the way, saya merasa sangat beruntung dapat hadir pada acaratersebut. Selain mendapatkan couching dari pribadi supersukses, ilmuyang luar biasa penting, tentu saja makan siang gratis yang lezat.Herannya, dari ratusan orang yang mendapatkan pesan pendek berharga itu,mungkin tidak sampai 10 persen yang hadir. Manusia memang aneh ya!Terima kasih.
From the note of Syarif Niskala



















