JIFMAC 2026
JIFMAC 2026

Merapi di Guyur Hujan Intensitas Tinggi, Masyarakat Diimbau Waspadai Bahaya Lahar Dingin

Banjir lahar dingin Merapi di Sungai Winongo
JIFMAC 2026
JIFMAC 2026

Yogyakarta, INAMEDIA.id – Hujan yang mengguyur di wilayah puncak dan lereng Gunung Merapi dengan volume, durasi, dan intensitas yang berbeda-beda, membuat Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pun mengimbau untuk mewaspadai bahaya lahar, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta awan panas guguran di daerah potensi bahaya.

Secara berkala, pemberitahuan terkini mengenai informasi hujan yang terjadi di sekitar puncak dan lereng Gunung Merapi dilaporkan BPPTKG kepada masyarakat melalui akun media sosial X (@BPPTKG) dan Instagram (BPPTKG). Seperti sebelumnya, pada Minggu (08/12/2024) pukul 16:36 WIB, BPPTKG melaporkan bahwa terjadi hujan di puncak dan lereng Gunung Merapi mulai pukul 14:16 WIB, dengan volume 35 mm, durasi 2 jam 20 menit, dan intensitas 15 mm/jam. Sementara, pada Senin (09/12/2024) pukul 03:53 WIB, hujan di puncak dan lereng Gunung Merapi dilaporkan terjadi mulai pukul 03:15 WIB dengan volume 31 mm, durasi 36 menit, dan intensitas 51 mm/jam.

JIFMAC 2026

Adapun pada Selasa (10/12/2024), hujan kembali dilaporkan mengguyur sekitar puncak dan lereng Gunung Merapi dengan volume, durasi, dan intensitas yang berbeda-beda. Pada pukul 11:25 WIB, BPPTKG menyampaikan, terjadi hujan di puncak dan lereng Gunung Merapi mulai pukul 11:11 WIB dengan volume 2 mm, durasi 11 menit, dan intensitas 11 mm/jam. Sedangkan pada pukul 13:50 WIB, dilaporkan hujan terjadi di puncak dan lereng Gunung Merapi mulai pukul 12:04 WIB dengan volume 38 mm, durasi 1 jam 43 menit, dan intensitas 38 mm/jam. Pada pukul 17:35 WIB, BPPTKG pun kembali mengupdate bahwa terjadi hujan di puncak dan lereng Gunung Merapi mulai pukul 15:50 WIB dengan volume 78 mm, durasi 1 jam 42 menit, dan intensitas 79 mm/jam.

Kondisi curah hujan yang terus mengguyur di sekitar puncak dan lereng Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir ini, kemudian membuat BPPTKG memantau dengan intens potensi lahar hujan di Gunung Merapi. Menurut Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, potensi terjadinya lahar hujan dari Gunung Merapi sangat tinggi, utamanya di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

“Secara potensi sendiri, bahaya lahar di Gunung Merapi ini masih tinggi ya karena endapan awan panasnya juga cukup lumayan akibat dari erupsi sudah berlangsung 4 tahun ini. Sehingga material-materialnya tertimbun di hulu-hulu sungai yang merupakan arah erupsi saat ini, yaitu di barat daya. Jadi, material yang berpotensi untuk menjadi lahar di Gunung Merapi ini cukup banyak, puluhan juta meter kubik,” jelas Agus saat dihubungi INAMEDIA.id, Rabu, (09/10/2024).

Baca juga: Pagelaran Dalang Bocah Semarakkan Hari Wayang Nasional di Bantul

Meskipun hingga kini belum ada laporan terkait kejadian lahar di sungai yang berhulu di Gunung Merapi, masyarakat tetap diminta untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan. Agus pun menyebutkan, terdapat empat faktor yang menyebabkan terjadinya lahar hujan.

“Pertama, itu ada endapan awan panas hasil erupsi yang sedang terjadi atau hasil erupsi yang telah lalu. Yang kedua, mungkin ini termasuk yang satu juga ya karena dia erupsi, dia mengandung abu, abu vulkanik yang kandungannya cukup cukup besar ya, lebih dari 3 persen kalau nggak salah,” jelas Agus.

Kemudian faktor ketiga adalah tingkat kemiringan. Dikatakan Agus, Gunung Merapi yang berbentuk kerucut berpotensi menjadikan material yang tertimbun menjadi lahar hujan. Faktor terakhir ialah intensitas curah hujan.

Baca juga: Jelang Libur Nataru Dishub DIY Larang Bus Pariwisata Lewat Cinomati

Terkait intensitas curah hujan, Agus menuturkan, pihaknya tidak bisa memastikan berapa tepatnya angka intensitas curah hujan yang mampu menggugurkan material yang tertimbun hingga menjadikan lahar hujan. “Tidak ada angka yang fix ya, paling kita kasih rentang, biasanya dari 20 sampai 60 milimeter per jam ya, ini terjadi lebih dari 1 jam,” ujar Agus.

Agus menyatakan, lantaran belum bisa memastikan angka pasti intensitas curah hujan, untuk mengantisipasi atau menjadi peringatan dini, biasanya pihaknya akan memberikan notifikasi hujan ketika terjadi curah hujan lebih dari 10 milimeter per jam, pada 10 menit pertama.

JIFMAC 2026
JIFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JIFMAC 2026