In@Media – Suryapos Yogyakarta (21/08/2026) — Elemen Angin, gelombang, olahraga, dan tradisi Yogyakarta akan bersatu dalam Jogja WindWave Festival 2026 yang berlangsung pada 19-20 September 2026 di Kawasan Pesona Samudra Jogja, Pantai Laguna Depok, Kabupaten Bantul.

Gelaran olahraga dan wisata ini berfokus pada olahraga kite surfing (selancar layang) dengan tema “Menikmati Angin, Menemukan Budaya”. Kegiatan ini disusun tidak hanya sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai wadah bagi olahraga, pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, serta masyarakat.

Ketua Panitia Jogja WindWave Festival 2026, Ir. Arif Effendi, mengungkapkan bahwa tema festival ini merefleksikan semangat untuk menggabungkan olahraga dan petualangan dengan kekayaan budaya yang ada di Yogyakarta.
“Menikmati Angin melambangkan olahraga, pengalaman, kebebasan, dan kekuatan alam seperti angin dan laut. Sedangkan Menemukan Budaya mengundang wisatawan untuk mengeksplorasi kekayaan budaya Yogyakarta melalui seni, tradisi, kuliner, kreativitas, hingga kehidupan orang-orang lokal,” katanya saat press conference di Hotel Royal Malioboro Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).
Arif menambahkan bahwa festival ini diharapkan menjadi kesempatan untuk mengenalkan kawasan pesisir selatan Yogyakarta sebagai destinasi wisata olahraga yang menarik lebih banyak perhatian. Kehadiran atlet, komunitas, pengunjung, kreator, pelaku usaha serta masyarakat diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lokal, mulai dari tempat menginap, transportasi, makanan, perdagangan, layanan pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Dukungan untuk festival ini juga datang dari Pemerintah Daerah DIY. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Atik Sudarmi, menyatakan bahwa Jogja WindWave Festival 2026 sejalan dengan usaha untuk menjadikan wilayah selatan sebagai wajah depan serta pusat pertumbuhan ekonomi baru DIY.
“Pemerintah Daerah DIY sangat mendukung langkah panitia dalam menyelenggarakan Jogja WindWave International Festival 2026,” ungkap Atik.
Ia menambahkan bahwa kekuatan Yogyakarta tidak hanya terletak pada budaya, sejarah, dan kuliner, tetapi juga pada keberagaman alamnya, mulai dari gunung, perbukitan, sungai, hingga pantai selatan. Potensi ini menjadi aset penting dalam pengembangan wisata olahraga dan petualangan.
Atik berharap acara internasional seperti Jogja WindWave mampu menarik wisatawan yang memiliki ketertarikan khusus pada olahraga, alam, dan petualangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Acara ini bukan hanya untuk Yogyakarta, tetapi harus berkembang seiring dengan Yogyakarta,” tegasnya.
Pemerintah Daerah DIY juga menekankan bahwa keberhasilan festival tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat, seperti peningkatan lama tinggal wisatawan, belanja oleh wisatawan, keterlibatan UMKM, dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Peluncuran Jogja WindWave Festival 2026 juga dihadiri oleh berbagai unsur dari Pemda DIY, Pemkab Bantul, Danlanal Yogyakarta, KADIN DIY, KONI DIY, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, atlet serta komunitas kite surfing, seniman, budayawan, akademisi, media, sponsor, dan mitra acara. Penyelenggaraan dilaksanakan di pantai Laguna Depok.
Pantai Parangtritis memiliki garis pantai lebih dari 1 kilometer dan diakui sebagai salah satu kawasan pantai terluas serta terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya sekitar 27 hingga 29 km di sebelah selatan pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.
Pantai Laguna Depok (atau yang populer dengan nama Laguna View Depok) merupakan salah satu destinasi wisata alam unik yang terletak di Kawasan Pantai Depok, Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini menyuguhkan panorama indah berupa danau kecil (laguna) alami yang terbentuk dari pertemuan muara Sungai Opak dan perairan Samudra Hindia.
SON


















