JIFMAC 2026
JIFMAC 2026

Target PAD Rp 27 Miliar Sektor Pariwisata Di Kabupaten Gunungkidul, Kadispar : Kita Optimis Untuk Mencapainya

JIFMAC 2026
JIFMAC 2026

Gunungkidul, INAMEDIA.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul dari sektor Pariwisata pada tahun 2022 ditargetkan sejumlah Rp 27 Miliar.

Dari target Rp 27 Miliar yang dibebankan Pemerintah Daerah dari sektor pariwisata tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2022 optimis untuk mencapainya.

JIFMAC 2026

Muchamad Arif Aldian, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Jum’at (11/11/2022) mengatakan, dari target sejumlah Rp 27 Miliar sampai saat ini terealisasi Rp 18,1 Miliar atau 67 persen dari target 100 persen.

Kata Arif Aldian, artinya dari kekurangan sejumlah Rp 8,9 Miliar yang harus dicapai pada Tahun 2022 ini, pihaknya optimis mampu mengejar kekurangan tersebut.

“Masih ada waktu dari pertengahan bulan ini sampai dengan akhir bulan Desember, jadi kami masih ada waktu untuk mengejar kekurangan tersebut,” jelasnya.

Namun setidaknya menurut Arif Aldian, pada akhir bulan Desember nanti target PAD yang dibebankan bisa mendekati dengan apa yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

Ia juga menambahkan bahwa dampak dari kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah pada pertengahan tahun ini juga berimbas turunnya kunjungan wisatawan.

Selain itu menurut Arif Aldian, imbas dari terjadinya longsor di Jalan Yogyakarta – Wonosari juga menjadi salah satu penyebab menurunnya kunjungan.

“Karena Patuk sampai saat ini menjadi koridor pintu masuk utama bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Gunungkidul,” ungkapnya.

Beberapa langkah Dinas Pariwisata juga telah diambil salah satunya adalah dengan cara mengoptimalkan promosi pariwisata, juga dengan berkomunikasi dengan berbagai pihak diantaranya, Desa Wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Gunungkidul, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Gunungkidul, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul dan pelaku jasa yang lain untuk menarik kunjungan wisatawan.

Dikatakan juga, berkaitan dengan momentum strategis seperti musim liburan seperti halnya libur hari raya atau musim libur yang lain hendaknya para pelaku jasa pariwisata untuk tetap mengedepankan pelayanan yang memuaskan terhadap pengunjung.

“Apalagi para pedagang yang menyediakan jasa pelayanan rumah makan hendaknya untuk tidak memanfaatkan momentum ramainya pengunjung dengan model “Nutuk Rego”, harga boleh beda tetapi juga harus disertai dengan daftar menu dan harga semua harus terbuka dan transparan,” Imbuhnya.

Pihaknya juga berharap kerjasama lintas sektoral berkaitan dengan pembangunan Infrastruktur jalan, seperti halnya akses jalan Wonosari menuju kawasan Selatan harus menjadi prioritas khususnya untuk menunjang kelancaran lalu lintas pariwisata.

“Artinya perkembangan sektor pariwisata Gunungkidul ini harus didukung oleh semua pihak yang terlibat didalamnya,” tutup Kepala Dinas Pariwisata.

JIFMAC 2026
JIFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JIFMAC 2026