Tentunya dibutuhkan pasar yang besar untuk memasarkan hasil produksi tersebut guna
mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan petani dalam menjalankan usaha taninya, hal
ini kemudian juga menjadi perhatian pemerintah daerah Tangerang melalui
penyaluran akses permodalan, subsidi bunga pinjaman, hingga bantuan
ketahanan pangan.
“Untuk akses permodalan, bisa melalui koperasi yang memiliki anggota serta badan usaha
yang jelas. CSR dari mitra swasta pemerintah daerah juga jadi solusi” terang Ahmed.
“Skemanya ada subsidi bunga untuk para kreditur di BPR, kemudian ada UPDB dan LKM
bagi nasabah-nasabah yang mengalami pinjaman, kita bantu berikan insentif untuk
menutupi bunga pinjaman mereka. Kemudian ada bantuan ketahanan pangan, kita bisa
berikan bantuan untuk membuka tambak-tambak baru agar bisa berkembang”.
Hal tersebut terus diupayakan guna pemulihan ekonomi pasca pandemi, meski saat ini
pihaknya menaruh atensi pada tingginya angka kasus COVID-19 di Tangerang “Saya mohon
doanya, COVID di Tangerang Raya saat ini sedang tinggi-tingginya, jauh lebih tinggi
daripada delta. Dua minggu ke depan kami akan lakukan pengetatan dan PPKM level 3
mudah-mudahan ada penurunan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.”, ujarnya pada
MGTG Episode 3, Jumat (11/2).
Indeks pembangunan manusia Kabupaten Tangerang terjadi peningkatan, capaian tahun
2021 mencapai 72,29% dan terjadi kenaikan sebesar 0,51% yoy. Mengenai RPJMD,
pemerintah Tangerang menargetkan 7,81 triliun tahun ini, “Mungkin di 2022 ini kita hanya
akan mencapai 6,02 triliun rupiah.”, ungkap Ahmed. Sementara di tahun sebelumnya,
RPJMD pemerintah Tangerang mencapai 5,74 triliun dari target 6,31 triliun rupiah.
Selain itu, Ahmed mengungkap pihaknya juga sedang mengupayakan pembangunan Cloud
Kitchen bagi UMKM. “Banyak dapur UKM masih bercampur dengan dapur rumah. Kita ingin
persiapkan cloud kitchen dan persiapkan seluruh fasilitasnya, mudah-mudahan hasilnya
bisa lolos dari BPOM agar produk bisa dijual di minimarket dan ekspor ke luar negeri.”. Hal
ini menarik karena tren cloud kitchen telah banyak diterapkan oleh beberapa perusahaan
ride-hailing seperti Gojek dan Grab.
Pada MGTG episode 3 ini, hadir pula Yuliyanto selaku Walikota Salatiga. Pengetatan
regulasi, refocusing anggaran, sinergi lintas sektor, isolasi terpusat, call center, keterbukaan
informasi, dan monitoring serta evaluasi jadi strategi utama pengendalian pandemi
pemerintah Salatiga. Kota toleransi ini telah mengalami peningkatan jumlah UMKM
semenjak pandemi, dari angka 12.000 UMKM, hampir meningkat dua kali lipat hingga
24.000 jumlahnya. “Berkaitan dengan hal itu, bantuan dari pusat melalui pelatihan digital
marketing terus dilakukan.”, tanggap Yuliyanto.
Salah satu prestasi bagi UKM Salatiga adalah adanya UKM keramik yang mulanya hanya
memiliki 3 karyawan dan saat ini sudah merambah pasar mancanegara dengan omzet lebih
dari 5 miliar. Hal ini jadi satu inspirasi bagi UKM lainnya di Salatiga untuk terus
mengembangkan bisnisnya dengan digital marketing.
Lebih lanjut, Yuliyanto menerangkan beragam inovasi Pemkot di bidang ekonomi “Aktivitas
pasar tetap dibuka dari sejak awal COVID tahun 2020 sampai 2022 ini dan tidak pernah
dilakukan penutupan pasar. Pasar tetap diatur sedemikian rupa dengan
physical distancing dan penjadwalan operasional”, ujarnya.
Kemudian dilaksanakan pula program Bedah Warungku yaitu bulan belanja berhadiah
produk produk UMKM dan koperasi yang ada di kota Salatiga, sinergitas BUMD dan
organisasi lainnya dalam pengembangan UMKM, misalnya peningkatan akses keuangan Ibu
muda produktif. Lebih lanjut pemasaran secara online produk UMKM melalui akun instagram
walikota Salatiga juga dicanangkan dengan adanya program lain seperti SOS atau Save Our
Shop, gerakan membeli produk UMKM minimal sekali dalam sehari.

virtual (11/2)



















