Gunungkidul (DIY), INAMEDIA.id – Bupati Gunungkidul Sunaryanta melantik Tim Sinergi Daerah Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Senin (15/01/2024). Program yang diresmikan sekaligus juga mendapatkan pendampingan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta dalam paparannya mengatakan, kolaborasi dan sinergi Tim PBIS diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong tugas pokok dan fungsi ataupun tujuan dari setiap pemangku kepentingan.
“Saling bertukar gagasan juga agar memperkuat sinergi dan kemampuan literasi,” tegas Bupati.
Menurut Bupati, era modernisasi ini keberadaan perpustakaan tak sekadar menjadi tempat membaca dan meminjam buku belaka namun sebagai wahana menggerakkan ekonomi kreatif.
“Sudah saatnya sekarang membangun kesadaran tentang pentingnya perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul, Kisworo mengatakan selain sebagai peningkatan pelayanan, TPBIS dapat meningkatkan penggunaan layanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Program ini didalamnya adalah membangun komitmen dan dukungan stakeholder untuk transformasi perpustakaan yang berkelanjutan yang berdasar pada konsep sosial,” jelasnya
Kisworo menyebut, di Gunungkidul dari 144 jumlah desa sudah ada 55 perpustakaan yang dapat direplikasi menjadi perpustakaan desa TPBIS, atau sekitar 38.2 %. Progam ini juga mendapatkan pendampingan dari Pasca Sarjana UGM.
“Pendampingan ini sudah berjalan 4 bulan, salah satunya tengah dijalankan di Tepus dan Mulo,” katanya.
Pihaknya juga mengatakan, Tim PBIS yang dilantik oleh Bupati ini memilki tugas melakukan identifikasi, inventarisasi, dan pemetaan kebutuhan, melaksanakan sosialisasi, advokasi, dan integrasi program/kegiatan, membangun jejaring
“Anggota TPBIS ini diantaranya Perpustakaan daerah, OPD yang menangani Perencanaan, OPD Pembantu dan pemberdayaan masyarakat desa. Diskominfo, Perbankan, Perusahaan, bunda literasi dan komunitas,” tutupnya.
