Gunungkidul, INAMEDIA.id – Pengukuhan paguyuban dukuh kapanewon Wonosari periode 2022-2027 diikuti oleh seluruh dukuh se kapanewon Wonosari dan dihadiri oleh Forum Koordinator Pimpinan Kapanewon Wonosari, Direktur Bank BDG, pengurus Paguyuban Dukuh Janaloka Gunungkidul dan Lurah se Kapanewon Wonosari serta 103 dukuh se Kapanewon Wonosari, yang berlangsung di ruang aula lantai 3 kantor Bank BDG pada kamis (21/07/2022).
Acara pengukuhan berlangsung hikmat dengan menggunakan pakaian adat jawa lengkap, sejumlah 30 dukuh dikukuhkan sebagai pengurus paguyuban dukuh kapanewon Wonosari oleh Drs. Siswanto Panewu Wonosari disaksikan tamu undangan dan anggota paguyuban dukuh Wonosari.
Dalam kesempatan tersebut Drs. Siswanto memberikan sambutan sekaligus pembinaan terhadap pengurus dan anggota paguyuban dukuh kapanewon Wonosari yang isinya mengapresiasi terbentuknya organisasi tersebut.
Beliau mengharapkan dengan adanya Paguyuban tersebut sebagai wadah pemersatu “guyub rukun” bagi anggotanya dan berkomunikasi, berkoordinasi serta bersinergi dengan lurah, karena dukuh sebagai pembantu lurah diwilayahnya dan menjalankan perintah sesuai dengan aturan yang ada.
Kepengurusan yang dikukuhan hendaknya selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan.
pesannya diakhir sambutan agar dukuh selalu berhati-hati di tahun politik, jangan sampai terjerat permasalahan karena dukuh sebagai panutan masyarakat.
Kemudian sambutan berikutnya oleh pengurus Paguyuban Dukuh Gunungkidul Janaloka yang disampaikan oleh ketua 1 Iduk Sudiyanto, bahwa paguyuban dukuh Janaloka kabupaten Gunungkidul telah memiliki badan hukum dan terdaftar di pemerintah serta telah bekerjasama dengan lembaga bantuan hukum, mengingat adanya permasalahan yang menimpa beberapa dukuh di Gunungkidul sehingga di perlukan penguatan organisasi dan anggotanya di bidang hukum.
Selanjutnya lurah Kepek Bambang. S dalam kesempatan itu juga memberikan arahan, masukan dan dukungan kepada pengurus paguyuban dukuh kapanewon Wonosari agar memiliki seragam.
Beliau berpesan agar dukuh tidak melupakan tugas dan fungsinya dan bisa membagi waktu. Beliau juga menceritakan tentang usaha mengupayakan kesejahteraan pamong kalurahan kepek dalam rangka “ngopeni” pamongnya dianggap perlu dan penting tidak hanya berupa rupiah saja tetapi perlu adanya trobosan lain.
Selanjutnya diakhiri dengan ucapan selamat kepada pengurus paguyuban dukuh Janaloka Kapanewon Wonosari yang dikukuhkan dengan semangat kebersamaan dan persatuan semakin kuat.
C : Mungkas M
