“Transfer” Sampah dari Kota Jogja ke Gunungkidul Kembali Terjadi

Ket. Foto: Tumpukan sampah Transfer an dari kota Jogja yang ditampung salah satu warga Patuk

Gunungkidul (DIY), INAMEDIA.id – Permasalahan sampah masih menjadi momok yang belum terpecahkan di DIY, terlebih paska moment libur panjang.

Seperti musim libur Nataru pada kali ini masalah sampah menjadi biang keladi ketidak nyamanan warga lokal. Hal tersebut tidak hanya dialami oleh warga kota saja namun juga dialami oleh warga di Kabupaten Gunungkidul, yang mana sampah kiriman dari beberapa hotel yang ada di Kota Jogja di “transfer” ke Gunungkidul.

Warga Padukuhan Sumbertetes, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk yang terkena imbas dari “transfer” sampah ilegal ini mulai resah karena bau dan lalat yang ditimbulkan dari sampah tersebut.

Menurut keterangan warga, sampah-sampah ini diduga berasal dari hotel-hotel di Kota Yogyakarta yang dibawa menggunakan truk setiap malam.

Aktivitas ini berlangsung hampir setiap hari selama lebih dari setahun, sejak penutupan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Baca juga: Logo dan Maskot Porda DIY XVII Resmi Dilaunching

“Sudah lama ini terjadi, mungkin sekitar setahun. Baunya sangat menyengat, apalagi kalau musim hujan begini, banyak lalat juga,” kata salah seorang warga Patuk kepada INAMEDIA.id yang enggan disebutkan namanya, Senin, (30/12/2024).

Lurah Patuk Catur Bowo saat dikonfirmasi oleh INAMEDIA.id mengatakan bahwa untuk permasalahan sampah dirinya berulang kali menegur warganya yang menampung sampah dari kota Jogja.

Bahkan Catur juga mengatakan agar sampah yang ada dibuang di tempat penampungan sampah (TPS) sementara yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, namun saran tersebut tidak diindahkan oleh warga yang menerima “transfer” sampah ilegal dari Kota Jogja ini.

Baca juga: Asik…Borobudur Miliki Destinasi Wisata Edukasi Baru

“Laa…sudah saya elek ke (sudah saya ingatkan) untuk membuang sampah di TPS yang sudah disediakan oleh Pemkab tapi mereka tidak mau, saya sudah jeleh ngeleke (bosan menegur) mas,” kata Catur Bowo, saat dikonfirmasi oleh INAMEDIA.id, Senin, (30/12/2024).

Catur juga mengatakan bukan hanya dirinya yang tidak diindahkan namun juga Dinas lingkungan hidup (DLH) juga tidak diindahkan.

“Jangankan saya, DLH itu sering ke situ tanpa berkoordinasi dengan saya, juga tidak digubris ko mas,” imbuh Catur.

Baca juga: Cermin Toleransi Beragama Warga Lereng Merbabu

Ternyata bukan hanya warga Padukuhan Sumbertetes saja yang terkena imbas dari “transfer” sampah ilegal ini, warga di Kalurahan Ngoro-oro yang berbatasan dengan Padukuhan Sumbertetes pun mengeluhkan hal yang sama.

Transfer sampah dari kota Jogja ini bukan yang pertama terjadi di Kabupaten Gunungkidul, transfer sampah ini pernah terjadi di beberapa daerah seperti di wilayah Kapanewon Purwosari, Saptosari, Tanjungsari, Karangmojo dan Paliyan.

Exit mobile version