Tidak mungkin seseorang bisa mencapai kesuksesan yang memberikan kebahagiaan
yang menyentuh aspek spiritualitasnya, bila dia tidak lebih dahulu
menanggalkan egonya dan banyak membantu orang lain. Siapapun diri kita,
sekecil apapun pekerjaan yang kita lakukan, bila kita melihat pekerjaan yang
kecil itu sebagai cara untuk mempermudah kehidupan orang lain, cara untuk
membantu orang lain, itu berarti telah berinvestasi kebajikan untuk sesama.
Pada saatnya alam semesta dan kehidupan ini akan mencairkan kembali tabungan
ivestasi kebajikan yang telah kita kumpulkan.
Banyak hal yang dapat dilakukan dalam menaburkan benih-benih kebajikan atau
menanamkan investasi kebaikan, sebagaimana saya tuliskan dalam buku saya
Life Balance Ways yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Kalau Anda
memiliki semangat dan motivasi misalnya, berbagilah dengan mereka yang
membutuhkannya. Kalau Anda memiliki ide, pemikiran dan tenaga, berbagilah
untuk kebaikan orang lain. Kalau Anda memiliki ilmu pengetahuan, kekuasaan,
jabatan atau harta kekayaan, gunakanlah untuk memberikan manfaat kebaikan
sesama kehidupan, dan lain sebagainya. Pada intinya semakin banyak hal-hal
posisitf kebaikan yang kita bagikan, semakin banyak energi positif kebaikan
yang kita bagikan, berarti semakin besar tabungan investasi kebaikan yang
kita tanamkan. Ketika hal itu kita lakukan dengan keikhlasan, pada saatnya
kita akan menerimanya kembali. Mungkin kita menerimanya dalam bentuk
kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup, keberhasilan, kesehatan
dan kemudahan rejeki, dll.
SEMOGA BERMANFAAT.
Salam Mulia.
Eko Jalu Santoso| <http://www.ekojalusantoso.com> www.ekojalusantoso.com
Sumber: Cuplikan Buku Life Balance Ways, halaman 218-219, karya Eko Jalu
Santoso yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Terbit dan beredar di
Gramedia seluruh Indonesia mulai 13 Oktober 2010.
