Kisah diatas yang sumbernya entah darimana, mungkin saja hanyalah kisah
fiktif semata, tetapi bisa menjadi hikmah yang tepat dalam memahami tulisan
ini. Siapapun yang menanamkan kebajikan, memberikan keramahan, melakukan
kebaikan bagi kehidupan, ia sendirilah yang pertama akan merasakan
manfaatnya. Bisa saja seketika itu akan merasakan manfaatnya dalam
kebahagiaan mendalam atau kedamain hati. Tetapi bisa juga balasannya dalam
waktu yang tidak kita ketahui, seperti yang diterima oleh pengusaha tersebut
diatas. Kebajikan yang telah ditanamkannya dalam beberapa waktu sebelumnya
yang mungkin sudah dilupakannya, barulah kemudian ia menerima balasannya.
Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan ketika Anda dapat membantu seseorang
yang sedang memerlukan pertolongan ? Sesungguhnya itulah kebahagiaan yang
menyentuh aspek spiritual seseorang. Kebahagiaan yang demikian akan
memberikan arti bagi kehidupan dan menjadi makanan yang memperkaya jiwa
kita.
Mohon dipahami bahwa kemuliaan hidup yang kita impikan menuntut kita untuk
membayarnya dengan kesungguhan mengalahkan ego pribadi dan keinginan hanya
mementingkan diri sendiri. Mengalahkan keserakahan hanya menumpuk harta
untuk dirinya sendiri, melainkan mau membayarnya dengan memikirkan
kepentingan orang lain dan mau banyak berbagi kebaikan untuk orang lain.
Kemuliaan hidup itu hanya dapat dicapai dengan kita memberbanyak kontribusi
dan manfaat kebaikan bagi orang lain. Kesungguhan dan keikhlasan kita untuk
memperbanyak kebaikan bagi orang lain, akan mengalirkan kembali kebaikan
kedalam diri kita. Hal ini sudah ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya,
”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan
jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri.”
Berbagai kegundahan, kegelisahan dan kekawatiran akan masa depan kehidupan
kita akan lama mengisi hidup kita, kalau kita tidak mengalihkan perhatian
pada upaya memberikan manfaat dan banyak berbagi kebaikan dengan orang lain.
Masalah kehidupan baik dalam dalam karier dan bisnis akan lama bersama dan
mengisi kesadaran kita, bila kita tidak mengalihkan semua itu melalui upaya
banyak memberikan manfaat dan berbagi kebaikan dengan orang lain.
“Alam dan kehidupan akan memuliakan orang yang banyak berbagi kebaikan bagi
sesama. Memberikan kemudahan bagi orang yang senang memudahkan urusan orang
lain.”
