Inilah 7 tips dari John C. Maxwell untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan anda, di tingkat 2 yaitu tingkat izin.
1 Milikilah kasih yang sejati bagi para Karyawan.
Pikirkanlah bahwa anda membangun dinasti kepemimpinan dalam kehidupan anda, bukan hanya di perusahaan milik atau tempat anda bekerja sekarang. Pikirkanlah betapa besar keuntungan baik materi maupun non materi yang bisa anda peroleh jika anda dikelilingi oleh ratusan bahkan mungkin ribuan orang, dengan berbagai keahlian, kemampuan finansial dan strata sosial.
Pupus dan selesaikanlah perasaan-perasaan frustasi atau kekecewaan di masa lalu kepada team anda. Ingatlah “Hari kemarin telah berakhir malam lalu”
2. Buatlah mereka yang bekerja dengan anda lebih sukses.
Tempatkan karyawan atau team anda dalam posisi untuk menang. Setiap orang ingin berprestasi dalam hidupnya, anda tidak boleh memborong semua penghargaan, berilah mereka pujian dari kesuksesan-kesuksesan kecil, agar mereka meraih prestasi dan kesuksesan yagn lebih besar. Motivasi terbesar setiap orang adalah Penghargaan, kata dale Carnegie, berilah itu. Faktor yang membuat karyawan frustasi, jenuh, atau sebaliknya bersemangat dan termotivasi adalah anda sebagai pemimpin, atasan langsung adalah faktor utama, kenyamanan kerja adalah faktor kedua, uang hanya faktor nomor tiga yang akan menentukan apakah team anda akan bertahan, semangat dan berprestasi atau malah keluar dari team bahkan perusahaan anda.
3. Melihat dari sudut pandang karyawan atau bawahan.
Mengenali team anda, apa yang mereka butuhkan, harapan-harapan dan impian karyawan anda di masa depan. mendiskusikan dan memberikan solusi atas problem-problem mereka, adalah cara yang sangat baik untuk membangun kepemimpinan anda. Lihatlah masalah dari sudut pandang mereka, perlu kasih yang tulus agar anda bisa melepaskan ego atas ketertarikan pada diri sendiri, lalu berpikir dari kacamata mereka.
4. Kasihilah para karyawan lebih dari sekedar prosedur.
Bagaimana anda bereaksi ketika team melakukan suatu pelanggaran atau kelalaian? ketika team anda terlambat masuk kantor misalnya atau deadline yang disepakati tidak berhasil ditepati oleh karyawan atau team anda. Kondisi hati anda yang bereaksi, bisa saja anda langsung marah-marah, mungkin saja anda mendamprat mereka, tapi itu hanya akan merusak bangunan team yang telah anda bangun. ingat, bukankah anda akan membangun dinasti kepemimpinan kehidupan? Kendalikan reaksi dan emosi anda, lakukanlah pendekatan proaktif, jadikanlah kejadian tersebut membuat team anda lebih efektif.
