“SESERAHAN” Limbah Batang Padi Produk PKM UNSIQ Lolos Hibah Dikti

PASARKAYU

INAMEDIA.id ini – Dua Mahasiswa Prodi Manajemen Masuk Dalam Tim Penerima Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang Mendapatkan Hibah Dikti Tahun 2022. Tim ini di ketuai oleh Ryan Sulihtiono dari Program Studi Teknik Mesin, mengangkat tema tentang inovasi olahan jerami padi berupa SESERAHAN (Sedotan Sehat Ramah Lingkungan).

Dalam rangka menggali potensi dan kreativitas mahasiswa, FEB UNSIQ melakukan pendampingan bagi mahasiswa yg lulus hibah dikti program PKM tahun 2022 terutama mengenai study kelayakan bisnis. Dua orang mahasiswa dari prodi manajemen atas nama Ziida Arifa dan Azzahra Aqni Saqina, menjadi anggota tim PKM yg lolos dikti bersama anggota dari Program Studi Teknik Mesin Karky Indh Chaedar Islami.

IKLAN

Sedang dipersiapkan lebih lanjut oleh tim dari Universitas agar bisa lolos lebih lanjut dalam Pekan ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional (PIMNAS) yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia.

Bukti Mutu dan Kualitas Perguruan Tinggi dapat diukur dari kegitan mahasiswa seperti PKM yang merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 2021 dan pelaksanaanya tahun 2022 di bawah pengelolaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa.

PKM memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi mahasiswa dan prestasi perguruan tinggi dalam pemeringkatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejak diluncurkannya, PKM memperoleh respon positif, baik di kalangan mahasiswa maupun pimpinan perguruan tinggi.

Hal ini tercermin dari bertambah banyaknya jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi dan proposal yang diunggah mahasiswa.

Menurut M. Trihudiyatmanto, SE., MM., CMA., Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Fakultas (UP2MF) FEB dari beberapa usulan yang masuk, UNSIQ meloloskan salah satunya tim dari Prodi Manajemen yang menjadi anggota dari Tim Fastikom UNSIQ.

Kolaborasi ini menjadi penting karena adanya unsur teknik sebagai pencipta dan unsur manajemen sebagai perancang anggaran dan kelayakan produk untuk siap jual dan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama Heri Purwanto, S.Pd., MM., CMA., Kepala Unit Penjaminan Mutu Fakultas (UPM) FEB UNSIQ menyampaikan bahwa salah satu komponen penilaian Mutu Perguruan Tinggi adalah dari indikator penelitian dan PKM yang ada dalam Kriteria 9 pedoman penilaian Perguruan Tinggi yang antara lain:

  1. Publikasi ilmiah mahasiswa, yang dihasilkan secara mandiri atau bersama dosen tetap, dengan judul yang relevan dengan bidang program studi.
  2. Artikel karya ilmiah mahasiswa, yang dihasilkan secara mandiri atau bersama dosen tetap, yang disitasi.
  3. Produk/jasa karya mahasiwa, yang dihasilkan secara mandiri atau bersama dosen tetap, yang diadopsi oleh industri/masyarakat.
  4. Luaran penelitian dan PKM yang dihasilkan mahasiswa, baik secara mandiri atau bersama dosen tetap.

Kepala Sentra Kekayaan Intelektual dan Inovasi Teknologi (INOTEK) UNSIQ, Sri Jumini, S.Pd., M.Pd., CIQnR., CIQaR., CIMMR., dan juga sebagai tim pendampingan PKM UNSIQ menuju PIMNAS menyampaikan bahwa mahasiswa harus di beri fasilitas dan pendampingan yang serius dalam pengembangan potensi dan kreativitasnya.

Pendampingan ini dilakukan secara bertahap sejak pengajuan proposal sampai mereka melanjutkan pada ranah bisnis.

Pendampingan menuju PIMNAS dilakukan sejak awal pengumuman, kemudian evaluasi progres kegiatan dan persiapan monitoring dan evaluasi Kemajuan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2).

Karya dan produk inovasi kekayaan intelektual Mahasiswa harus diberikan perlindungan dengan memfasilitasi perolehan sertifikat Kekayaan Intelektual baik hak cipta, hak paten, hak merk, indikasi geografis ataupun yang lainnya.

Pendampingan ini tetap berlanjut walaupun program PKM maupun PIMNAS sudah selesai. Mereka tergabung dalam alumni PIMNAS dan melanjutkan produk inovasi yang dihasilkan dari PKM ke ranah bisnis.

Selain hibah PKM yang lolos pendanaan dari DIKTI, secara internal, UNSIQ juga memberikan pendanaan bagi proposal-proposal yang berpotensi menghasilkan produk inovasi serta berpotensi paten.

Ada 12 proposal dari 65 proposal yang lolos pendanaan Universitas Sains AlQuran (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo, yang ditarget akhir tahun 2022 sudah terdafatar di sistem pendafataran paten Direktorak Jenderal Kekayaan Intelektuan (DJKI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IFMAC & WOODMAC 2024